
Dhima W Sejati
Rasulullah mendidik para sahabat (kader umat) di rumah Arqam bin Abi Arqam (baitul arqam). Rumah yang sangat sederhana, letaknya pun di pinggir kota. Namun dari sana para sahabat jadi pribadi yang tangguh, memiliki aqidah yang kokoh, komitmen kepada islam sangat tinggi. Ini kita bisa lacak di sirah nabawi.
Apa yang membuat mereka begitu hebat di kenaldalam sejarah. Walau tampilan sederhana, gaya hidup apa adanya, dan ekonomi juga tidak begitu mencolok.
Setelah beberapa waktu saya berfikir, dan merefleksikan dalam keseharian. Ada perbedaan mendasar, yaitu di niat awal mereka belajar.
Tentu saja para sahabat nabi memiliki kemauan dan niat yang kuat. Jika dibahasakan dalam agama, niatnya yaa karena Allah, tidak ada yang lain. Niat menuntut ilmu murni mencari ridho Allah, bukan karena ingin kaya atau ingin dipandang saleh oleh masyarakat saat itu.
Tak heran mereka terbentuk, karakter mereka kuat, sebagai seorang muslim yang tak mudah luntur meski diterpa siksaan luar biasa, dan tetap teguh mencintai nabi meski dihina dengan makian yang tak karuan.
Dari situ saya membandingkan diri saya sendiri dan lingkungan. Banyak dari kita yang tergelincir ketika belajar. Sulit memang meneguhkan niat seperti para sahabat nabi. Tapi setidaknya, mengusahakan untuk menuju ke arah ridho Allah adalah jalan terbaik, meski tidak sampai, setidaknya kita berada di atas jalan itu.
Dari situ juga saya mendapat jawaban. Kenapa pendidikan modern, terutama di Iingkuang saya, yang mengusahakan pendidikan karakter anti korupsi dan embel-embel lain menjadi gagal total. Satu kesimpulan yang saya tarik adalah niat kita memang benar-benar tergelincir. Atau dalam bahasa akademiknya, "orientasi" pendidikan kita sedang kehilangan arah.
Bandingkan pendidikan yang dijalankan oleh Nabi di rumah Arqam yang sederhana itu, bisa dibilang "tauhid-oriented", benar-benar tujuan pendidikannya vertikal.
Bertolak belakang dengan sekarang yang serba pragmatis, dan memandang pendidikan sebagai jalan pintas untuk meningkatkan kapasitas keuangan semata, dalam bahasa lain yaa money oriented. Lupa bahwa pendidikan pada dasarnya dan tujuan utamanya adalah membangun manusia, yang kemudian ditulis dalam konstitusi kita sabagai "mencerdaskan kehidupan bangsa".
Tentu saja saya tidak sedang menyalahkan pendidikan yang pragmatis. Memang perlu arah ke sana. Namun yang sedang saya resahkan adalah orientasinya. Contoh kongkrit adalah obsesi murid terhadap nilai, lalu lupa pada ilmunya. Akhirnya hanya akan menghasilkan lulusan yang tinggi nilainya namun rendah tingkat keterdidikannya. Hal ini karena nihil ilmu, luput.
Saya juga temui di seminar nasional. Beberapa peserta sekedar menginginkan sertifikat, tidak pada ilmunya. Atau di mentoring agama islam di kampus, hanya menginginkan sertifikat untuk syarat sidang skripsi.
Akhirnya, apa yang dibanggakan dari sekolah dan kampus? Outputnya menghasilkan mahasiswa atau siswa yang hambar, karakter juga tidak dapat, apalagi kualitas SDM. Jika ditilik dari titik awal pendidikan kita yang industry-oriented, bisa dibilang gagal. Nyatanya indonesia ngos-ngosan menyusul perkembangan revolusi industri 4.0. Memang akademisi di Indonesia sering menjadikannya topik seminar dan bahan diskusi. Namun nahas, yang bisa dilakukan hanyalah membayangkan, tidak lebih dari itu.
Minimal seperti apa yang dikatakan Tan Malaka, "Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan". Jika dipikir pikir, tiga hal ini cukuplah untuk membangun kualitas manusia (SDM). Industri membutuhkan kecerdasan manusia (bukan buatan) untuk merancang alat, membutuhkan kemauan untuk mengikuti perkembangan, dan perasaan untuk menjaga keseimbangan ekologi dan kemanusian supaya alam dan manusia (orang kecil-subkoordinat) tidak menjadi korban.
Saya jadi ingat pelajaran tentang niat, orang akan mendapatkan sesuatu berdasarkan niat awal, termasuk didalamnya ilmu dan proses belajar-mengajar.
Makanya, saya menganggap niat belajar atau orientasi awal pendidikan ini penting. karena niat awal menentukan akhirnya. Dan orientasi pendidikan menentukan arah pembangunan manusia akan dibawa ke mana. Wallahualam
Playtech - New Zealand's #1 supplier of gaming equipment
BalasHapusPlaytech, an herzamanindir.com/ innovator of 바카라 software and services for online gaming and gri-go.com iGaming products, casino-roll.com have wooricasinos.info partnered with supplier Casino.